PEMBUKA

"Suluhidup" merupakan blog yang berisi tentang tulisan-tulisan firman Tuhan yang semoga dapat menjadi suluhidup bagi masing-masing pembacanya......

Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Januari 2015

HAL BERPUASA



HAL BERPUASA (Matius 9 : 14 – 17)
Oleh: Edison Siringoringo
            Dulu saya tidak mengerti nats yang terkandung dalam Matius 9 : 14 – 17 ini, lalu saya meminta kepada Tuhan Yesus untuk Bimbingan Roh Kudus menjelaskan artinya dan berkat kasihNya inilah yang saya dapat dari Tuhan kita Yesus Kristus. Mungkin ada beberapa dari kita yang sama seperti saya tidak memahaminya dan Tuhan ingin kita semua memahami arti nats itu dan dapat mengaplikasikannya dalam keidupan kita. Sebab Tuhan ingin kita mempunyai dasar yang kuat yaitu mendengarkan firmanNya dan melaksanakannya. Ini merupakan rahasia spektakuler dari Allah Bapa kita, rahasia yang harus diungkapkan bagi manusia yang dia kasihi yang mendengar dan melaksanakan firmanNya.
Baiklah kita mulai saja. Banyak makna yang tersirat dari kata berpuasa yang bila disimpulkan  secara umum berarti BERPANTANG. Simpulannya memang singkat, cuma satu kata tapi pengertiannya atau maknanya sangat bervariasi. Mulai dari berpantang makan, minum, berpantang melakukan ini dan itu serta berpantang berupa menahan diri untuk melakukan sesuatu. Berpuasa sendiri banyak dilakukan orang dengan alasan atau motivasi yang berbeda - beda pula. Ada yang berpuasa karena ajaran agama tertentu, ada yang berpuasa karena kepercayaan tertentu, ingin mendapatkan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin, dan lain lain, bla…bla…bla. Apapun makanannya, minumnya…….(akh tidak usah dilanjutkan karena saya tidak dibayar produsen untuk iklan produknya, he….he). Maksud  saya apapun alasannya, motivasinya, berpuasa dilakukan karna alasan tertentu yang nantinya diharapkan membawa suatu perubahan dalam hidup dan kehidupan manusia.
Bagi kita orang Kristen sebagai pengikut Kristus, hendaknya lebih memahami dan memagari motivasi kita agar lebih mengarahkannya kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Bagi agama lain atau kepercayaan lain motivasi dasarnya adalah menyucikan diri untuk suatu pencapaian/ maksud tertentu. Tetapi bagi kita pengikut Kristus berpuasa adalah mendapatkan/ menggunakan berkat Tuhan melalui kuasaNya untuk memperlihatkan bagaimana Allah bekerja atau melakukan pekerjaan Allah. Melalui orang yang berpuasa Kuasa Allah bekerja untuk membantu manusia mengatasi permasalahan hidup yang begitu kompleks. Dengan Kuasa ini menyadarkan manusia betapa besar Allah Bapa kita yang sanggup menyelesaikan semua perkara kita. Puasa merupakan media sikap untuk kita mendapatkan kuasa Allah. Meningalkan kebiasaan kita untuk jangka waktu tertentu seperti Tidak makan dan minum, tidak melakukan suatu kegiatan spt biasanya merupakan bentuk kerelaan sikap dan kesiapan kita untuk melakukan pekerjaan Allah. Inilah rahasia itu yang Tuhan telah bukakan yang telah dia sampaikan lebih dari dua ribu tahun yang lalu seperti yang terdapat dalam alkitab pada Matius 9 : 14 – 17. Beginilah Firman Tuhan :       
14Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
15Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka?. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Ketika Tuhan kita Yesus Kristus ada didunia ini bersama-sama dengan kita manusia tepatnya lebih dari dua ribu tahun yang lalu kita tidak berduka cita karena Tuhan turun tangan membantu manusia untuk menyelesaikan segala permasalahan kita. Tuhan menggunakan kuasanya untuk membantu kita. Orang buta Tuhan buat bisa melihat, orang bisu Tuhan buat bisa bicara, Tuhan sembuhkan segala penyakit, Tuhan mengusir setan dari orang yang kerasukan, Tuhan membangkitkan orang mati, Orang lumpuh Tuhan buat berjalan, Tuhan mengabulkan banyak permohonan, dan banyak lagi pertolongan Tuhan pada masa itu. Setelah Tuhan Yesus mati, dan naik kesurga disitulah kita berdukacita karena kita harus melakukannya sendiri dengan menggunakan kuasanya. Menggunakan kuasanya tidaklah semudah yang kita pikirkan, kita hendaklah suci sama seperti Dia yang suci. Kuasa yang besar itu yang dapat menyelesaikan perkara itu berasal dari seseorang yang suci jadi kesucian adalah kunci penggunaan kuasa Tuhan. Jelasnya adalah Kuasa itu berasal dari kesucian jadi siapapun yang hendak menggunakan kuasa itu haruslah dari orang yang suci atau menyucikan diri. Bagaimana cara kita menyucikan diri…..?, ya BERPUASA……. Hendaklah kita berpuasa karena puasa sebagai jembatan kita untuk mendapatkan ijin Tuhan dalam melakukan pekerjaanNya.    
16Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.17Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur.

Tidak seorangpun dapat melakukan pekerjaan Allah selain Tuhan Yesus sendiri sewaktu Tuhan Yesus melakukan tugasnya didunia ini sebab kuasa itu ada dan bersumber dari Tuhan sendiri dan Tuhan berikan pada manusia setelah Ia pergi agar pekerjaan Tuhan dapat dilakukan manusia dengan menggunakan kuasanya.

Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Kuasa Allah hanya dapat digunakan oleh Tuhan Yesus sendiri dan dapat digunakan oleh manusia dengan ijin Allah/Tuhan yesus sendiri (ijin didapat dengan berpuasa) setelah Yesus naik kesurga meninggalkan dunia ini dengan demikian nama Allah semakin dipermuliakan sehingga terpeliharalah keduanya yaitu kuasa Allah dan pengguna kuasa Allah sama – sama terpelihara. Terpujilah nama Tuhan, Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar