PEMBUKA

"Suluhidup" merupakan blog yang berisi tentang tulisan-tulisan firman Tuhan yang semoga dapat menjadi suluhidup bagi masing-masing pembacanya......

Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Januari 2015

Kawin untul Berzinah



KAWIN UNTUK BERJINAH
Oleh: Edison Siringoringo


Nasihat terhadap pencabulan: 1 kor 6:12-20, tentang perkawinan 1 kor 7:1-16
“Pokoknya aku minta cerai,….!” Atau “ Aku akan menceraikanmu, menyesal aku menikah denganmu…….!”. Saudara-saudara yang dikasihi Kristus, pernahkah atau mungkin pernah saudara mendengar kata-kata diatas?, atau jangan-jangan kita sendiri pernah mengungkapkan kata ini?. Baik suami, istri porsinya sama saja, pasti pernah melontarkan kata-kata ini. Kalau diagama teman kita yang muslim, kalau sudah keluarkan kalimat seperti  itu maka hukumnya sudah talak atau sama saja sudah bercerai dan tinggal dikukuhkan dipengadilan agama saja. Tapi syukurlah bagi kita orang Kristen tidak demikian adanya sehingga kita masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan tak sampai kehilangan orang yang kita cintai yakni pasangan kita. Namun walaupun bukan begitu  yang pasti kalimat seperti ini gak boleh sembarangan diucapkan karena selain tak pantas juga gak enak  didengar sama tetangga. Kalau demikian jika nanti ada masalah dan selisih paham sebaiknya jangan sampai minta  cerai, sesekali minta yang lainlah. Misalnya minta uang, minta kue, minta mobil  dll, ha…ha….
Ok…, sekarang kita bicara tentang perceraian dari sudut pandang orang Kristen biar gak salah langkah dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Agar rumah tangga yang kita bina sejalan dengan apa yang dinginkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Saya selalu ingatkan istri saya agar tidak selalu menonton acara sinetron dan infotainment, karena gak baik banget. Gak baiknya karena menurut saya banyak perilaku buruk yang disuguhkan oleh sinetron dan infotainment. Mulai dari pertengkaran dalam rumah tangga sampai perceraian sehingga perceraian dan pertengkaran itu dianggap biasa dan lajim untuk dilakukan. Ini pikiran-pikiran orang yang tidak mengenal kristus, pikiran-pikiran yang tidak pernah baca firman dalam alkitab jadi gak tahu hukum surgawi yang sebenarnya. Padahal kalau dipikir-pikir, Allah Bapa sudah bersusah-susah turun kedunia sampai rela turun tahta, sampai rela turun derajat dengan melepaskan status keTuhanannya untuk menjadi manusia, sampai mati lagi untuk mengabarkan kabar suka cita, kabar surgawi yang tertuang dalam alkitab tapi kita manusia terlalu sibuk ngurusi urusan dunia sampai lupa urusan surgawi. Lihat kabar sinetron, artis idola pada berlomba-lomba kawin cerai. Hari ini kawin, beberapa waktu kemudian cerai. Terus kawin lagi lalu cerai lagi. Nah ini yang tidak disadari para pelaku infotainment kalau mereka itu publick figure yang segala pola tingkah laku mereka dilihat berjuta-juta mata dan bahkan diikuti para fans fanatiknya. Akhirnya perceraianpun menjadi hal yang biasa. Hmmmm……
Aneh memang, unik lagi, dan terkadang lucu kalau lihat dan alami dinamika emosional dalam keluarga. Tiap saat sepertinya ada masalah, semua bisa jadi sumber penyebab masalah. Mulai dari masalah ekonomi, masalah anak-anak dan tak jarang masalah titisan dari keluarga lain diteruskan dalam keluarga kita. Artinya orang lain yang bermasalah  eh kita ikut-ikutan jadi bertengkar dalam keluarga. Masalahnya dari sebesar upil sampai segede dinosaurus bisa jadi penyebab pertengkaran dalam rumah tangga. Lucunya lagi, awalnya sih bicara biasa, eh tau-tau jadi tengkar hebat. ha….ha. ini realitanya pertengkaran yang membuat iblis tertawa riang karena sukses memporak porandakan kasih yang ada dalam diri dan rumahtangga kita. Pertama-tama saling ledek, saling ejek, kemudian naik kegrade (tingkatan) yang lebih tinggi diatasnya yaitu saling memaki dan mencaci, saling bentak dengan nada sol=Do, lalu lebih jauh laki saling pukul dan akhirnya ya keluarlah kata sakti sang iblis yaitu, cerai……!
Manusia bercerai sungguh banyak alasan yang dapat dijadikan untuk bercerai. Tapi apapun itu pasti ujung-ujungnya alasan akhirnya adalah karena sudah tidak ada kecocokan. Mari kita cermati lagi tentang realitas pernikahanan:
1.    Orang menikah karena sudah ada kecocokan, sedikit banyaknya karena cocok, sebab kalau tidak cocok pasti tidak menikah. Jadi ada cocok ada pernikahan, tidak ada cocok ya tidak ada pernikahan. Jadi gak benar kalau orang mau cerai karena tidak cocok.
2.    Menikah itu tidaklah dibangun karena satu alasan saja dan ini harus diketahui oleh semua orang yang akan menikah bahwa banyak alasan yang dapat dijadikan ketika memutuskan untuk menikah. Jadi masing-masing orang harus memikirkan ulang kalau mau bercerai karena biasanya orang ambil keputusan bercerai karena satu alasan atau beberapa alasan saja.   
3.    Menikah itu pada prinsipnya adalah menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu dalam rumah tangga. Jadi karena menyatukan dua orang makanya sering beda pendapat, sering gak nyambung karena realitasnya demikian. Nah ini harus wajib diketahui oleh orang yang berumah tangga bia masing-masing tidak egois karena egois ini adalah akar masalah yang kedua yang menyebabkan pertengkaran dalam rumah tangga. Ya intinya harus ada yang lapang dadalah harus ada yang mengalahlah.
4.    Biasanya diawal - awal pernikahan banyak dan sering muncul percekcokan. Namanya nyatuin hati, nyatuin dua orang yang berbeda jadi harus sabar hingga tiba saatnya semuanya jadi satu. Satu hati maksudnya. Jadi hati-hati disininya kalaupun terjadi jangan sampai gelontorin kata cerai.
5.    Kemudian suami dan istri harus sadar akan tugas masing-masing seperti yang Tuhan katakan dalam efesus 5 : 22 :22Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 28Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri
1 Petrus 3:1,2,7 :Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 7Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Sekarang apa yang ditakutkan dengan Perceraian….?, jawabnya adalah “Perzinahan”, perzinahan hanya akan memateraikan kita pada alam maut yaitu neraka yang menyala-nyala. Lagipula kita hanya diijinkan menikah satu kali seumur hidup kita kecuali dipisahkan oleh kematian/maut dan oleh perzinahan, inilah realitas tentang perceraian:
  1. Sebenarnya Tuhan tidak mengijinkan untuk bercerai seperti yang terdapat dalam Nats alkitab dalam matius 19:5-6 :
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
  1. Lalu karena ketegaran hati manusia melalui nabi Musa maka manusia bisa bercerai tapi tidak bisa menikah/kawin lagi karena firman Tuhan berkata dalam Matius 19: 9: Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.
Artinya boleh cerai tapi tak bisa menikah lagi karena itu namanya berjinah jadi kalau sudah cerai sebaiknya hidup sendiri dan lebih baik menjalankan firman Tuhan atau sebagai pengembala saja. Bisa cerai juga kalau penyebabnya adalah kalau salah satunya berzinah maka salah satunya bisa menggugat cerai. Dan yang dihianati bisa menikah dan yang berzinah sebaiknya bertobat dan jangan menikah lagi karena itu zinah. Bisa menikah kalau salah satunya koit.
Lantas bagaimana mengatasi perzinahan yang disebabkan jika kita sudah terlanjur bercerai dan menikah lagi?. Bertaubatlah..sisuami atau sisitri yang menikah lagi tersebut harus kembali kepada keadaan sebelum dia menikah lagi karena firman Tuhan jelas mengatakan bahwa jika salah satunya menikah lagi berarti dia berjinah atas istri atau suaminya itu (Matius 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah). Jadi untuk menghindari perzinahan siistri atau sisuami yang berasal dari perceraian dan terlanjur menikah lagi maka sisuami atau istri tersebut harus berpisah dan kembali keeadaannya semula yaitu sendiri dan lebih baik melayani Tuhan. Bagaimana jika dari hasil perzinahannya /pernikahan keduanya itu dia memperoleh anak atau keturunan?, apakah anak tersebut adalah sah dimata Tuhan? Atau apakah anak tersebut adalah anak-anak terang atau sesat?. Anak yang terlahir dari  hasil perzinahan tetap sah dimata Tuhan karena masing-masing atau individu manusia yang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan. Anak-anak yang terlahir baik dari pernikahan yang direstui Tuhan (tidak dari perzinahan) maupun hasil dari suatu perzinahan adalah anak-anak Tuhan bukan anak-anak tersebut yang berbuat dosa jadi mereka tidak bersalah dalam hal ini tetapi orang tuanyalah yang berdosa. 
Nasehat untuk pernikahan:
  1. Karena cinta merupakan landasan pernikahan maka biarlah pasangan menyelesaikan permasalahan dengan cinta pula.
  2. Hendaklah masing-masing dalam pasangan menyadari tugas dan tanggungjawabnya masing-masing sebagai bagian dari kodrat yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.
Hendaklah laki-laki menjadi laki-laki dengan tugas dan tangung jawabnya hendaklah perempuan menjadi perempuan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya pula. Jika masing-masing pasangan menyadari ini pasti akan dapat mengatasi setiap persoalan dalam rumah tangga. Jangan saling menyalahkan, saling melempar tanggungjawab. Tugas suami bertanggungjawab dalam ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Sedang tugas isrtri mengurus suami dan anak-anak. Jangan menyerobot tugas dan tanggungjawab pasangan kita. Misalnya pada kaum ibu atau istri (ini lajim ditemui) jangan merajai suami sehinga tidak lagi menjalankan kodrat penciptannya dengan benar. Ini juga ada efek dari emansipasi yang digembar gemborkan kaum hawa sehingga kebablasan. Jaga anak, suami. masak, cuci baju, suami. nah dianya sendiri kerjaannya nonton sinetron dan gossip para artis.  Ingatlah bahwa perempuan diciptakan untuk menolong laki-laki bukan untuk menguasainya. Dalam kejadian 2:20-23 dikatakan:
20Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.21Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.22Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.23Lalu berkatalah manusia itu: Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Dan nasehat buat para ibu/istri seperti yang terdapat dalam efesus 5 : 22-24:
22Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,23karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.24Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Dan dalam 1 petrus 3:1- 6:
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,2jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu.3Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,4tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.5Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,6sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

Seperti nasehat Tuhan untuk para suami dalam efesus 5 : 25-30:

25Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.29Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,30karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

Dan juga dalam 1 petrus 7:

7Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

“Kegalauan hati memang seringkali melengkapi duka yang kita alami, namun seharusnya keindahan cinta mampu memberi penyejuk bagi yang bahtera cintanya porak poranda didera badai masalah sehingga dua hati yang dulunya seia sekata kini berkeinginan kuat tuk berpisah . Dua hati yang dulu memiliki segalanya bersama kini ingin memilikinya sendiri-sendiri . Apa yang ada dibenakmu wahai sang pencinta dan dimana keagungan cintamu yang dulu malah kini berbalik menyalahkan dan ingin berpisah. Redamlah amarahmu, tekanlah egomu karena tiada yang patut dipersalahkan hanya hati yang tak mampu saling menerima kekurangan. Tiada yang salah tiada pula yang benar, keduanya benar dan keduanya pula salah. Mengapa berdusta dan mencoba berdalih jika hati sadar bahwa lidah yang kini kau gunakan berujar benci dan caci maki adalah lidah yang sama saat berujar cinta dan janji abadi. Wahai yang hatinya sedang bimbang teguhkanlah imanmu bahwa pernikahan bukanlah keinginan hatimu semata, bahwa semua itu adalah penggenapan takdir tuk hidup bersama selamanya tanpa ada kata berpisah. Sbab Tuhan yang berkeinginan mempersatukanmu masih Tuhan yang sama yang berkehendak menolak keinginan perceraianmu. Damaikan hati dan surutkan emosimu niscaya cinta kan bersemi sebab musim gugurmu tlah usai . Tiada yang abadi, tak satupun. Semua silih berganti. Tak selamanya hujan dan tak selamanya pula terik menerpa, semua pasti berganti semua pasti berlalu.  Jika hati mau sedikit bersabar, dibalik badai ada ketenangan, dibalik hujan ada pelangi bersiap untuk memberi warna terindah dalam hidup. Jalani takdir sembari bersabar dan tetap mohon kekuatan Ilahi. Badai pasti berlalu…….., pasti……. “.
                                                                                    ~Edison Siringoringo ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar