PEMBUKA

"Suluhidup" merupakan blog yang berisi tentang tulisan-tulisan firman Tuhan yang semoga dapat menjadi suluhidup bagi masing-masing pembacanya......

Cari Blog Ini

Sabtu, 17 Januari 2015

SUKSES DUNIA AKHIRAT



SUKSES DUNIA AKHIRAT
Oleh : Edison Siringoringo

Sukses merupakan impian semua orang, tak satu manusiapun menginginkan hidupnya hancur dengan segudang kegagalan demi kegagalan. Semua ingin sukses, namun sayang sukses dunia saja. Kita tak pernah berpikir bahwa keadaan dunia dan rohaniah saling berhubungan dan mempengaruhi satu dengan yang lain. Sukses tidaklah datang begitu saja, tidak jatuh dari langit tanpa ada sebabnya. Beberapa cerita orang sukses duniawi mengatakan bahwa kesuksesan yang diraihnya atas kerja keras dan usaha yang dilakukannya selama ini. Memang benar bahwa usaha yang kita lakukan turut membantu pencapaian kesuksesan kita tapi itu hanya sekian persen saja dan sebagai penentunya hanya restu dari Tuhan. Mungkin ada pertanyaan bagaimana dengan orang yang hidupnya diluar Kristus?, toh mereka sukses semua gak perlu doa ke Tuhan Yesus; gak perlu minta keTuhan Yesus tapi sukses. Ya betul tapi suksesnya Cuma sukses duniawi tidak sukses surgawi. Satu hal yang perlu kita tahu bahwa Kasih Tuhan berlaku untuk semua manusia. Gak dibatasi manusianya yang begimana, gak lihat umur, jenis kelamin, agama, status, dll. Tuhan tidak menciptakan yang tua aja, laki-laki aja, islam atau Kristen aja, yang kaya aja, bukan..bukan itu. Tuhan menciptakan manusia tanpa embel-embel duniawi seperti itu. Dengan kasihNya Tuhan menciptakan MANUSIA. Burung saja dia pelihara, bunga bakung saja dia beri warna yang indah, apalagi manusia. Untuk urusan sukses dunia memang oke tapi untuk surgawi, nanti dulu…..Hanya saja sangat disayangkan jika kita melulu ngurusi urusan duniawi saja dan mengkesampingkan urusan akhirat.
Pernahkah kita berpikir bahwa yang terjadi dalam hidup kita adalah suatu kebetulan atau semata – mata karna usaha kita sendiri. Kita ambil satu contoh, jika kita menanam pohon apel, maka untuk mendapatkan buah apel kita harus membuat usaha untuk membuatnya berbuah. Memang betul, saya sependapat bahwa kita harus menanam bibitnya, menyiraminya, memupuknya, merawatnya, memberi pupuk buah dan daun agar cepat dan berbuah baik. Akan tetapi satu hal yang sering kita lupakan bahwa kita tak dapat menentukan masa depan buah apel tersebut apakah akan hidup, mati, berbuah, kena hama, dan lain sebagainya. Walaupun kita telah memupuknya, telah menyiraminya atau jelasnya kita telah merawatnya dengan baik, semua itu bukanlah jaminan untuk dapat menentukan masa depan pohon apel tersebut. Kadangkala kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Saya hanya bisa memberi satu jawaban bahwa masa depan buah apel tersebut apakah harus bertumbuh, layu, bertumbuh tidak berbuah, berbuah tapi tidak baik buahnya, bertumbuh dan berbuah banyak dan baik, dll, telah ditentukan jauh sebelum apel itu ditanam. Ada yang mengaturnya demikian, apa….?, yang pasti bukan kita. Ada sesuatu kekuatan yang mengaharuskannya demikian. Apakah itu…..?, kuasa Tuhan.
Sama halnya dengan hidup kita bahwa seluruh umat manusia mendambakan kesuksesan bahkan berusaha sekuat tenaga melakukan apa saja untuk meraihnya, mulai dari sekolah dasar sampai sarjana, membuat diri banyak pengetahuan dengan belajar, mendapat prestasi belajar yang baik dll. Sekarang mari kita lihat, apakah semuanya mendapatkan kesuksesan….?, apakah kita mempunyai kuasa untuk meletakkan kesuksesan itu ditangan kita?. Rasanya tidak, finally…ada yang sukses dan ada yang tidak. Lantas apa yang membuat demikian….?. pernahkah kita mengalami atau saudara atau keluarga atau sahabat atau siapa saja yang kita kenal dan tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi diluar kehendak kita?. Atau ada sesuatu kejadian yang kita tidak sangka-sangka terjadi dalam hidup kita atau mereka?. Saya hanya punya satu alasan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita  bahwa semua itu telah ada yang mengaturnya yaitu Tuhan dan jalan hidup kita telah diatur bahkan jauh sebelum kita ada dan kita hanya tinggal menjalaninya saja. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup, mungkin ada dari kita yang tidak memepercayai ini tetapi inilah rahasia Tuhan dalam hidup kita. Lantas apakah jalan hidup yang sudah disuratkan dapat diubah…?, ya dapat…..dengan iman, kasih dan pengharapan seperti yang akan dibahas dalam tulisan ini.
Sebelum kita bicara lebih jauh kearah sana ada baiknya kita terlebih dahulu mengenal hidup kita didunia ini. Kehidupan didunia ini hanya sebagai tempat ujian bagi kita untuk memperoleh kehidupan abadi diakhirat nanti. Kenapa saya katakan demikian?, karena dunia ini hanya sementara saja. Buktinya, tanaman tumbuh lalu layu dan mati. Binatang lahir tumbuh dan mati (ada yang mati karna sakit, mati sendiri dan mati karna dimakan manusia), tembok atau gedung sekokoh apapun akan runtuh, kayu sekuat apapun akan rapuh dan bukti lain lagi adalah bahwa manusia mempunyai batas hidup yang kita sebut usia. Setelah manusia mati maka kemana tujuan berikutnya?, apa selanjutnya?, apa manusia itu akan lenyap selamanya…, tidak ada kelanjutan ceritanya lagi….?. salah…..cerita masih berlanjut. Menurut alkitab manusia terdiri dari dua unsur, unsur daging dan unsur roh. Daging hanya ada, hanya berlaku, hanya hidup, didunia saja. Setelah itu daging akan lenyap kembali menjadi debu kembali ke-asal mula penciptaan seperti yang diceritakan oleh alkitab. Sementara roh akan kembali ke-Sang Pencipta untuk dimintai pertanggungjawaban perbuatannya bersama daging selama hidup didunia. Jadi jika kita sadar bahwa dunia ini sebagai tempat untuk menguji roh kita dari keinginan-keinginan daging atau duniawi. Jika kita sukses mengalahkan keinginan daging maka sukses rohania sudah pasti menjadi milik kita dan surga sebagai upahnya, tetapi jika gagal……sudah pasti neraka sebagai pelabuhan akhir roh kita.
Sayang sekali…. manusia hanya memfokuskan diri untuk sukses secara duniawi saja tanpa memperhatikan kebutuhan rohaninya. Manusia berlomba lomba mendapatkan harta dan kekayaan, menempuh cara apa saja untuk meraihnya, Cara halal maupun bukan halal adalah cara yang lazim untuk digunakan.  Padahal seandainya kita sadar bahwa harta itu sangat bersifat sementara, sebenarnya harta yang kita peroleh hanya untuk membantu kita hidup selama dalam pengujian didunia ini, karena setelah kita mati maka harta tersebut akan tinggal karena tempatnya hanya didunia saja. Harta digunakan untuk membeli makanan sebagai pemuas nafsu makan kita saja, padahal kalau kita sadar makanan enak atau tidak enak, makanan mahal atau murah, pasti berujung dibuang kedalam kloset. Sukses juga hanya didefenisikan sepihak saja hanya untuk kepentingan duniawi. Bahkan jika seseorang sukses secara rohaniawi tidak dianggap sebagai suatu kesuksesan,
Realitas kehidupan manusia ada yang kaya dan ada yang miskin dimana masing – masing telah disuratkan dan diberi tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk orang kaya, Tuhan dengan keras mengingatkan bahwa betapa sulitnya orang kaya masuk kedalam kerajaan surga bahkan lebih mudah gajah masuk kedalam lubang jarum daripada orang kaya masuk kedalam kerajaan surga (mat 19:23-24). Alasan sangat sesuai karena mereka telah kaya upah secara duniawi dan minim upah surgawi. Semakin banyak hartanya semakin susah untuk memberi atau menjalankan perintah Tuhan (mat 6:19-21). Semakin banyak harta semakin ia diperbudak oleh harta dan lagipula cara dalam mendapatkan harta selalu dilakukan dengan cara-cara diluar jalan Tuhan. Bagaiamana dengan nasib simiskin?. Yang miskin sangat minim harta duniawi tetapi mereka dijamin oleh Tuhan untuk memiliki kerajaan surga. Ini jaminan tanpa syarat karena Tuhan sendiri mengatakan berbahagialah kamu yang miskin dihadapan Tuhan karena kamu akan mewarisi kerajaan surga. Jamninan ini berlaku bagi orang-orang yang tabah dalam kemiskinannya. Kata tabah sendiri berarti walaupun miskin tetapi tetap dijalan Tuhan. Sebenarnya kenapa harus ada batasan yang tegas antara miskin dan kaya….?. jawabannya sangat sederhana semua itu ada untuk menggenapi pekerjaan Tuhan. Yang kaya dijinkan untuk kaya untuk melihat apakah kekayaan yang dimilikinya diarahkan untuk kemuliaan Tuhan atau kepada hal yang lain yang juga bersifat duniawi yang sifatnya hanya memuaskan diri sendiri. Yang miskin memang diijinkan Tuhan sebagai tempat pelaksanaan tugas dan kewajiban orang kaya. Kalau mereka tidak ada, atau semua manusia adalah orang yang kaya harta, lantas kemana orang kaya akan mewujudkan kasih mereka. Jadi sudah sepantasnya jika masing-masing tahu tugas dan tanggungjawab serta hak masing-masing sesuai firman Tuhan maka akan terjadi keseimbangan dengan hasil akhir sesuai dengan yang diinginkan Tuhan yaitu membawa manusia kembali ketaman Eden atau surga yang Tuhan sediakan bagi umatNya. Nah sekarang muncul lagi pertanyaan…., apakah keadaan ini bisa berubah sementara diatas tadi sudah jelas dikatakan bahwa jalan hidup kita telah tersurat atau disuratkan Tuhan sebagaimana adanya. Bisakah jalan itu dibelokkan….?. jawabnya bisa!, dengan konsekwensi terjadi perubahan tugas dan tanggung jawab serta haknya yaitu yang kaya mengayomi yang miskin dan yang miskin digunakan Tuhan sebagai alat untuk orang kaya menjalankan kewajibannya. Dengan apa, bagaimana caranya?. Dengan firman dan perintah Tuhan juga. Iman, kasih dan pengharapan. Ini berlaku untuk sikaya dan simiskin, sama saja. Iniah kunci kesuksesan yang kita bicarakan diawal. Iman, kasih dan pengharapan. Yang kaya lakukan ini pasti masuk surga. Yang miskin melaksanakan ini maka pasti jadi kaya dan melakukan tugasnya sebagai orang kaya sesuai firman, maka pasti masuk surga. (Kalau mau tetap miskin juga gak apa-apa, yang penting dijamin Tuhan untuk masuk surga). Jadi terpeliharalah keduanya, sikaya dan simiskin.
Mari kita lihat satu persatu kunci sukses ini.
1.    Iman
Menerima Jesus sebagai Tuhan, menjadikan Tuhan Jesus sebagai pegangan hidup dan melakukan segala pekerjaan dengan jalan Tuhan dan demi nama Tuha Yesus, berdoa agar setiap usaha yang dilakukan diberkati oleh Tuhan dan percaya Tuhan Yesus akan membantu dan mengabulkan semua keinginannya,(mat 7:7-14). Dalam Markus 11-24-26 Tuhan Yesus mengatakan:  Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
2.    Kasih
Ingat…., inti dari kedatangan Tuhan kedunia ini adalah kasih jadi ini sangat penting. Alkitab mengatakan iman tanpa kasih adalah hampa, kosong dan mati. Kasih adalah perwujudan dari iman yang dapat kita lihat dari perbuatan-perbuatan kita yang sesuai dengan perintah Tuhan. Dan inilah kunci kegagalan orang kaya untuk masuk kerajaan surga dan kunci kegagalan orang miskin untuk menjadi kaya (mat 19:16-26). Jika ini dijalankan makan yang kaya akan masuk surga semakin melengkapi dan menyempurnakan kesuksesannya dan jika ini dijalankan oleh simiskin maka sama nasibnya seperti sikaya. Dan jika status sudah berubah maka tugas dan tanggungjawabpun berubah pula secara otomatis. Jadi jelas salah yang dikatakan oleh rhoma irama dalam lagunya bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Kunci ini aplikasinya ada pada nats alkitab ketika yesus memberi perumpaan tentang kerajaan surga (Mat 25:31-46). Disana dikatakan bahwa pada akhir jaman semua orang yang melakukan perintah Tuhan akan diletakkan dibagian kanan untuk masuk kedalam surga. sedangkan yang tidak melaksanakan perintah Tuhan diletakkan disebelah kiri untuk dibuang kedalam neraka dan disana akan terdengar erangan dan kertak gigi. Tuhan Yesus mengatakan bahwa untuk yang disebelah kanan bisa masuk kerajaan surga karena ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus kamu member Aku minum, ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian, ketika Aku orang asing kamu memberi Aku tumpangan, ketika aku sakit kamu melawat Aku dan ketika Aku didalam penjara kamu mengunjungi Aku. Inilah inti dari kasih, jika kita melakukan semua ini maka hidup kita akan diubahkan dan berkat Tuhan akan mengalir atas hidup kita dan keluarga kita. Gak usah jauh-jauh untuk aplikasi nats ini, gak usah jauh-jauh nyari orang miskin. Mari kita mulai dari keluarga kita. Dalam sebuah keluarga tidak semuanya bernasib baik. Jadi bagi saudara yang berkelimpahan, bantulah anggota keluarga yang kekurangan. Dan sebaiknya hal ini dilakukan seperti dalam nats mat 6:1-4. Mengenai apa yang hendak kita makan, pakai Tuhan juga sudah mengingatkan kita agar jangan khawatir mengenai itu walaupun secara jelas Tuhan mengigatkan kita bahwa sebelum semua itu digenapi dalam hidup kita maka kita terlebih dahulu diharuskan mencari kerajaan Allah terlebih dahulu baru semuanya itu akan ditambahkan dalam kehidupan kita. Seain itu ada beberapa hal yang membuat kesuksesan urung untuk mendekati kita yaitu ketidakmampuan kita untuk menjalankan perintah Tuhan terutama bagi orang kaya. Tuhan Yesus mengatakan, jangan menolak orang yang meminta kepadamu, jangan meminta kepada orang yang mengambil darimu. Jika bajumu diambil berikan juga jubahmu dan ini sangatlah sulit rasanya menjalankannya. Sebab dimana hartamu berada disitu hatimu berada artinya sayang harta sehingga sulit memberi.
3.    Pengharapan
Tetaplah berpengharapan kepada Tuhan, jangan putus asa karena keputus asaan hanya milik iblis yang mencoba memutuskan hubungan kita dengan Tuhan. Orang putus asa tidak akan melakukan apa-apa, orang putus asa akan menghujat Tuhan seolah-olah Tuhan tidak peduli dengan nasib kita. Salah……tanggapan itu sangat salah, Tuhan sangat peduli dalam setiap keadaan kita, dalam setiap detik hidup kita tak pernah ditinggalkannya. Berpengharapanlah selalu pada Tuhan, percayalah…..kau pasti mendapatkannya. Jika orang berpengharapan pada Tuhan maka dia akan setia menanti jawaban setiap doa yang kita hanturkan. Ingat….tidak ada yang sia-sia ketika kita meminta padanya. Seperti dalam alkitab dikatakan (mat 7:7-11) siapa yang meminta akan menerima, siapa yang mencari akan mendapat, siapa yang megetuk pintu akan dibukakan. dan percaya bahwa semua yang kamu doakan pasti dijawab Tuhan dan semua yang kamu lakukan pasti berhasil. Pasti…….
Jadi kesimpulan untuk hidup sukses dunia dan akhirat adalah:
1.    Percaya pada Yesus Kristus bahwa Dia akan membantu kita
2.    Menjalankan perintah Tuhan terutama tentang memberi makan, minum, tumpangan, melawat orang sakit, mengunjungi orang dipenjara dan semua itu Tuhan katakan sebagai orang hina (orang miskin)
3.    Dan tetap berpengharapan kepada Tuhan Yesus dengan meminta melalui doa-doa kita dan jangan pernah putus asa. Percayalah…….
 Sekarang tergantung kita memilih jalan, semua Tuhan serahkan pada kita untuk memilih. Bukankah semuanya ada dalam alkitab dalam missi Tuhan kedunia ini bahkan NyawaNya sendiri sebagai taruhannya untuk menyampaikan firman itu?, Apakah itu semua adalah kebohongan….?, tidak…., sebab itu adalah untuk menggenapi missi Tuhan yaitu mengembalikan manusia yang diciptakanNya dengan kasih itu ketaman eden yang dia siapkan pada awal penciptaan manusia yaitu surga yang abadi. Selain itu Tuhan tidak ingin manusia yang dia kasihi itu didapatinya dalam kesusahan karena itu dia menyampaikan segala sesuatunya didalam firmanNya yang terdapat dalam alkitab dan kita tinggal menjalankannya saja. Sekarang terserah kita……., semua terserah kita!

  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar